Oleh: y0g4ajust's Blog | 30 Maret 2011

Sistem Pendukung Keputusan – Pertemuan 3

Sistem pendukung keputusan (SPK) atau dikenal dengan Decision Support System (DSS), pada tahun 1970-an sebagai pengganti istilah Management Information System (MIS). Tetapi pada dasarnya SPK merupakan pengembangan lebih lanjut dari MIS yang dirancang sedemikian rupa sehingga bersifat interaktif dengan pemakainya. Maksud dan tujuan dari adanya SPK, yaitu untuk mendukung pengambil keputusan memilih alternatif keputusan yang merupakan hasil pengolahan informasi-informasi yang diperoleh/tersedia dengan menggunakan model-model pengambil keputusan serta untuk menyelesaikan masalah-masalah bersifat terstruktur, semi terstruktur dan tidak terstruktur (Mulyono, 1996).

Karakteristik dan Kemampuan dari SPK

SPK mempunyai beberapa dari satu daftar ciri khas dibawah ini ;

  1. SPK menyediakan pendukung untuk pengambilan keputusan secara garis besar dalam situasi semi terstruktur dan tidak terstruktur dengan menambahkan kebijaksanaan manusia dan informasi komputerisasi. Banyak masalah tidak dapat diselesaikan secara memuaskan dengan sistem komputerisasi, seperti EDP atau MIS ataupun dengan peralatan dan metode kuantitatif yang standar.
  2. Berpendukung untuk menyediakan berbagai tingkat manajerial, mulai dari eksekutif tertinggi sampai pada garis manager bawahnya.
  3. Berpendukung untuk satu individu ataupun satu grup. Kurang terstrukturnya masalah biasanya membutuhkan keterlibatan beberapa individu dari berbagai bagian dan tingkat organisasi.
  4. SPK menyediakan untuk mendukung pada beberapa keadaan keputusan yang saling bergantung dan ataupun berurutan.
  5. SPK mendukung semua langkah pada proses membuat keputusan yaitu : inteligensi, perancangan, pilihan, implementasi.
  6. SPK mendukung gaya dan variasi dari proses membuat keputusan, sesuatu yang pas antara SPK dengan atribut dari individu pembuat keputusan (misalkan perbendaharaan kata dan gaya keputusan)
  7. SPK dapat beradaptasi sepanjang waktu. Pembuat keputusan harus reaktif, berani menghadapi perubahan kondisi dengan cepat dan mengadaptasikan SPK terhadap perubahan itu. SPK fleksibel, maka pemakai dapat menambahkan, menghapus, menggabungkan, merubah atau mengelola ulang elemen dasar. Kemampuan ini membuat “ad hoc” analisis yang cepat
  8. SPK mudah dipakai. Pemakai harus merasa “at home” dengan sistem. Sangat berteman dengan pemakai atau sering disebut dengan user friendly, fleksibel, berkemampuan grafis yang kuat dan bahasa antarmuka manusia-mesin memakai bahasa ingris, hal ini dapat membuat meningkatkan efektifitas SPK.
  9. SPK berusaha untuk meningkatkan efektifitas saat membuat keputusan (ketepatan, waktu, kualitas ) dibanding dengan efesiensi (biaya untuk membuat keputusan, termasuk biaya untuk lamanya waktu komputer beroperasi)
  10. Pembuat keputusan mempunyai kontrol yang lengkap terhadap semua langkah dari proses saat membuat keputusan penyelesai masalah. SPK secara khusus bertujuan mendukung dan tidak menggantikan pengambil keputusan. Pengambil keputusan dapat menghapus rekomendasi komputer pada setiap saat dalam proses.
  11. SPK menuntut untuk proses belajar, terutama ketika muncul tuntutan baru dan perbaikan sistem, dimana proses belajar yang terus menerus akan meningkatkan dan mengembangkan SPK itu sendiri.
  12. Untuk sistem yang sederhana pemakai akhir (end user ) dapat membangun sendiri sistem yang dibutuhkan. Namun, untuk sistem yang besar dibutuhkan sedikit bantuan atau peran serta dari ahli sistem informasi.
  13. SPK biasanya memanfaatkan model (standar atau buatan khusus) untuk menganalisis situasi ketika keputusan harus diambil. Kemampuan model dapat dicoba dengan strategi yang berbeda dibawah konfigurasi yang berbeda. Beberapa percobaan dapat menyusun suatu pelajaran dan pandangan baru.
  14. SPK tingkat lanjut dilengkapi dengan komponen pengetahuan yang memungkinkan untuk membuat solusi yang efisien dan efektif dari masalah yang sulit

Komponen dari SPK

Sistem berpendukung keputusan terdiri dari beberapa subsistem, yang diantaranya

  1. Pengelolaan Data ( Data Management), Pengelolaan data termasuk database, dimana berisi data yang relevan untuk situasi dan dikelola oleh software yang disebut DBMS (Database Management System ),
  2. Pengelolaan Model ( Model Management),Paket Software dimana termasuk financial, statistic, management science, atau model kuantitif lainnya, dimana menyediakan kemampuan analitis sistem dan software menejemen yang cocok.
  3. Komunikasi ( Subsistem Dialog ),Pemakai dapat mengkomunikasikan dan memerintahkan sehingga untuk itu diperlukan suatu antar muka pemakai (Use Interface)
  4. Pengelolaan Pengetahuan ( Knowledge Management ), Subsistem yang dapat dipilih untuk dapat mendukung setiap subsistem lain atau bertindak sebagai komponen yang berdiri sendiri.
  5. Pemakai (User), Pemakai yang mengaplikasikan pengetahuan ataupun sebagai pengguna dari sistem

 

Klasifikasi SPK

1. Berdasarkan orientasi aksi yang digunakan untuk menghasilkan system output, yaitu:

  • data-oriented: membentuk analisis data dan/ atau pengambilan data
  • model-oriented: menyediakan kemampuan simulasi, optimasi dan perhitungan yang menyarankan jawaban

2. Berdasarkan sifat dari situasi pengambilan keputusan yang dapat didukung oleh SPK, yaitu:

  • Institusional: SPK yang berkaitan dengan keputusan yang sifatnya berulang
  • Ad Hoc (Khusus): SPK yang berkaitan dengan permasalahan spesifik yang umumnya tidak berulang dan tidak dapat diantisipasi

3. Berdasarkan derajat proseduralitas proses pengambilan data dan bahasa pemodelan yang disediakan oleh SPK

  • Prosedural
  • Non Prosedural

4. Berdasarkan dukungan/ support yang diberikan oleh SPK

  • Personal support: berfokus pada pemakai individual yang membentuk aktifitas tersendiri
  • Team support: berfokus pada sekelompok orang yang bekerja dalam tugas yang berbeda tapi masih saling berkaitan
  • Organizational support: berfokus pada tugas organisasi atau aktifitas yang melibatkan sederetan (sekuens) operasi, pada area fungsional yang berbeda, pada lokasi yang berbeda dan pada sumber daya masing-masing

5. Berdasarkan cara pengambilan keputusan dalam organisasi –Pengambilan keputusan individual

  • Pengambilan keputusan kelompok

6. Berdasarkan teknik pembangunan SPK

  • Custom-made: yaitu SPK yang dibuat berdasarkan permintaan organisasi maupun individual. Umumnya persoalan yang akan dipecahkan merupakan persoalan yang tidak rutin dan tidak terstruktur
  • Ready-made: SPK yang dibangun tanpa adanya permintaan khusus, dan sudah tersedia di pasaran. SPK jenis ini bisa langsung digunakan atau hanya membutuhkan sedikit modifikasi, karena persoalan yang dipecahkan bersifat umum untuk beberapa perusahaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: