Oleh: y0g4ajust's Blog | 13 Mei 2009

TUGAS JAVA II

OPERATOR adalah Simbol atau Lambang yang secara Spesifik Mengoperasikan satu atau dua Operand.

Dari segi penanganan Operand, Operator dapat dibagi menjadi 2 Macam yaitu

Operator Unary yaitu Operator yang menangani satu operand

Operator Binary yaitu Operator yang menangani dua operand

Operator dapat di bedakan menjadi 6 Jenis yaitu Operator Aritmatika, Operator Increment dan Decrement, Operator Relasi, Operator Logika, Operator Kondisi dan Operator Precedence

Jenis – jenis dan Fungsi Operator


1. Operator Aritmatika

Hanya melakukan operasi matematika dasar pada nilai numerik. Berikut adalah dasar penggunaan Operator Aritmatika dalam Java

Operator Aritmatika

2. Operator Increment dan Decrement

Dari  sisi  operator  dasar aritmatika, Java juga terdiri atas  operator  unary  increment (++) dan  operator  unary  decrement (–).  operator  increment  dan  decrement menambah  dan mengurangi nilai yang tersimpan dalam bentuk variabel angka terhadap nilai 1.

Operator IncDec

Sebagai contoh, pernyataan,

count = count + 1;        //increment nilai count dengan nilai 1

pernyataan tersebut sama dengan,

count++;

Operator increment dan decrement dapat ditempatkan sebelum atau sesudah operand.

Ketika digunakan  sebelum operand, akan menyebabkan variabel diincrement atau didecrement dengan nilai 1, dan kemudian nilai baru digunakan dalam pernyataan dimana dia ditambahkan

Ketika operator increment dan decrement ditempatkan setelah operand, nilai variabel yang lama akan   digunakan lebih dulu dioperasikan lebih dulu terhadap pernyataan dimana dia ditambahkan.

3. Operator Relasi

Operator Relasi membandingkan  dua nilai dan menentukan  keterhubungan  diantara nilai- nilai tersebut. Hasil keluarannya berupa nilai boolean yaitu true atau false.

Operator Relasi

4. Operator Logika

Operator logika memiliki satu atau lebih operand boolean yang menghasilkan nilai boolean. Terdapat enam operator logika yaitu: && (logika AND), & (boolean logika AND), || (logika OR), | (boolean logika inclusive OR), ^ (boolean logika exclusive OR), dan ! (logika NOT).

Pernyataan dasar untuk operasi logika adalah,

x1 op x2

Dimana x1, x2  dapat menjadi pernyataan boolean. Variabel atau konstanta, dan op adalah salah  satu  dari  operator  &&,  &,  ||,  |  atau  ^.  Tabel  kebenaran  yang  akan  ditunjukkan selanjutnya, merupakan kesimpulan dari hasil dari setiap operasi untuk semua kombinasi yang mungkin dari  x1 dan x2.

a.   && (logika AND) dan & (boolean logika AND)

Perbedaan dasar antara operator && dan & adalah bahwa && mensupports short-circuit evaluations (atau   evaluasi   perbagian),   sementara   operator  &  tidak.

AND

Contoh suatu pernyataan,

exp1 && exp2

&&  akan  mengevaluasi  pernyataan  exp1,  dan  segera  mengembalikan  nilai false  dan menyatakan bahwa exp1 bernilai false. Jika exp1 bernilai false, operator tidak akan pernah mengevaluasi exp2 karena hasil operasi operator akan menjadi false tanpa memperhatikan nilai dari exp2. Sebaliknya, operator & selalu mengevaluasi kedua nilai dari exp1 dan exp2 sebelum mengembalikan suatu nilai jawaban.

b.   || (logika OR) dan | (boolean logika inclusive OR)

Perbedaan  dasar  antara  operator  ||  dan  |  adalah  bahwa  ||  mendukung  short-circuit evaluations   (atau   proses   evaluasi   sebagian),   sementara   |   tidak.

exp1 || exp2

||   akan  mengevaluasi   pernyataan   exp1,   dan   segera   mengembalikan   nilai  true  dan menyatakan bahwa exp1 bernilai true. Jika exp1 bernilai true, operator tidak akan pernah mengevaluasi       exp2   karena hasil dari operasi operator akan bernilai true tanpa memperhatikan nilai dari exp2. Sebaliknya, operator | selalu mengevaluasi kedua nilai dari exp1 and exp2 sebelum mengembalikan suatu jawaban suatu nilai.

OR

c.   ^ (boolean logika ExclusiveOR )

Hasil operasi operator exclusive OR adalah TRUE, jika dan hanya jika satu operand bernilai TRUE dan yang lain bernilai False. Catatan jika kedua operand harus selalu dievaluasi untuk menjumlahkan hasil dari suatu exclusive OR.

XOR

d.   ! (logika NOT)

Logika NOT digunakan dalam satu argumen, dimana argumen tersebut dapat menjadi suatu pernyataan, variabel atau konstanta.

NOT

5. Operator Kondisi

Operator kondisi (?:) adalah operator ternary. Berarti bahwa operator ini membawa  tiga argumen  yang membentuk suatu ekspresi bersyarat Struktur pernyataan yang menggunakan operator kondisi adalah,

exp1?exp2:exp3

Dimana nilai exp1 adalah suatu pernyataan boolean yang memiliki hasil yang salah  satunya harus berupa nilai true atau false.

Jika exp1 bernilai true, exp2 merupakan hasil operasi. Jika bernilai false, kemudian exp3 merupakan hasil operasinya.

Contoh Pernyataan yang menggunakan Operator Kondisi (?:)

Contoh Pernyataan Kondisi
6.   Operator Precedence sesuai Pengurutan Hyrarki

Operator   precedence   didefinisikan   sebagai   perintah   yang   dilakukan  compiler   ketika melakukan evaluasi terhadap operator, untuk mengajukan perintah dengan hasil yang tidak ambigu/ hasil yag jelas.

Operator Precedence

Contoh Pernyataan :

(((a / b) ^ c) ^ ((((d – e) + f) – (g * h))+ i))

((((((3 * 10) * (2 / 15)) – 2) + 4) ^ 2) ^ 2)

((r ^(((s * t) / u) –( v + w))) ^ (x – (y++)))

======******======


PRAKTEK LATIHAN

1. Menggunakan Operator Aritmatika

Kode Program

KodeOpraritmatika

Tampilan Program

Opraritmatika

(——-*******——-)

2. Menggunakan Operator Increment dan Decrement

Kode Program Increment Decrement 1

KodeOprIncDec1

Tampilan Program

OprIncDec1

Kode Program Increment Decrement 2

Tampilan Program

KodeOprIncDec2

(——-*******——-)

3. Menggunakan Operator Relasi

Kode Program

KodeOprRelasi

Tampilan Program

OprRelasi

(——-*******——-)

4. Menggunakan Operator Logika

a. Operator && (Logika AND) dan & (Noolean Logika AND)

Kode Program

KodeTestAnd

Tampilan Program

TestAnd

(***—***—***)

b. Operator || (Logika OR) dan | (Boolean Logika OR)

Kode Program

KodeTestOr

Tampilan Program

TestOr

(***—***—***)

c. Operator ^ (Boolean Logika ExclusiveOR)

Kode Program

KodeTestXor

Tampilan Program

TestXor

(***—***—***)

d. Operator ! (Logika NOT)

Kode Program

KodeTestNot

Tampilan Program

TestNot

(——-*******——-)

5. Menggunakan Operator Kondisi (?:)

Kode Program

KodeOprKondisi

Tampilan Program

OprKondisi

======******======

PRAKTEK MANDIRI

1. Menampilkan Nilai Rata – Rata

Kode Program

KodePraktekMandiri1

Tampilan Program

PraktekMandiri1

(***—***—***)

2. Menampilkan Diskon

Kode Program

KodePraktekMandiri2

Tampilan Program

PraktekMandiri2

(***—***—***)

3. Menampilkan Nilai Terbesar

Kode Program

KodePraktekMandiri3

Tampilan Program

PraktekMandiri3

Demikian……

=======///////*** (^_^) ***\\\\\\\=======



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: